Boorlix.com – Pemprov Jabar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kembali mendesak Pemkot Bandung untuk segera melunasi sisa tunggakan Kompensasi Jasa Pelayanan (KJP) Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti. Pemkot Bandung telah diberi batas waktu hingga awal Agustus 2017 untuk segera melunasi tunggakan kompensasi uang sampah tersebut.

Kepala DLH Jabar Anang Sudarna menuturkan Pemkot Bandung sudah membayar sebagian tunggakan KJP TPA Sarimukti sebesar Rp 5,2 miliar dari total Rp 6,7 miliar. Tunggakan tersebut merupakan akumulasi hutang selama 7 tahun. Sisanya yang belum dibayar Rp 1,47 miliar.

“Alhamdulillah persoalan 7 tahun sudah hampir selesai. Dari tunggakan Rp 6,7 miliar sudah dibayar Rp 5,2 miliar. Sisanya Rp 1,47 miliar. Itu tagihan tahun sekarang hingga Maret ini,” kata Anang, saat ditemui di Kantor DLH Jabar, Jalan Naripan, Kota Bandung, Selasa (2/5/2017).

Untuk sisanya, Pemkot Bandung sedang melakukan verifikasi internal. DLH Jabar akan menunggu pelunasan tunggakan tersebut hingga awal Agustus ini. Bila tidak ada pembayaran, DLH Jabar tidak segan menutup akses pembuangan sampah untuk Kota Bandung ke TPA Sarimukti.

“Kami menunggu sampai pertriwulan. Triluwan pertama lewat, awal Juli kita lihat lagi. Karena itu saya kasih waktu sampai Juli hingga tagihan Juni. Akhir Juli tidak bayar, awal Agustus tidak bayar kami tanpa ada pemberitahuan, bakal tutup Sarimukti untuk Kota Bandung,” tutur Anang.

Dia melanjutkan, berkaitan dengan masalah Pemkot Bandung memiliki persoalan dengan pihak lain (Pasar Caringin) maka diminta untuk menuntaskannya. Masalah tersebut bukan urusan DLH Jabar. “Karena Gubernur melakukan MoU dengan Pemkot Bandung, Pemkab Bandung Barat, dan Pemkot Cimahi,” ucap Anang.

DLH Jabar mengingatkan Pemkot Bandung dan daerah lainnya untuk lebih profesional dalam pengelolaan sampah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *