Boorlix.com – Taryana (51) ditemukan tewas gantung diri menggunakan tali tambang di kamar mandi
salah satu hanggar PT Dirgantara Indonesia (PT DI). Pria tersebut tercatat sebagai
karyawan PT DI.

Informasi dihimpun, jasad Taryana ditemukan karyawan PT DI lainnya dalam kondisi
menggantung di kusen pintu kamar mandi hanggar Fixs Wing lantai empat, kantor PT DI,
Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Jawa Barat, sekitar pukul 10.20 WIB. Tambang kuning
menjerat leher Taryana yang merupakan warga Cicendo, Kota Bandung.

“Betul ada kejadian itu. Dia karyawan PT DI,” ucap Manajer Humas PT DI Irland
Budiman.

Irland yang mengaku tengah berada di Jakarta sudah menghubungi polisi untuk
memastikan kabar tersebut. Dia belum mengetahui apa penyebab Taryana diduga nekat
bunuh diri.

“Kami belum tahu penyebabnya karena menunggu hasil penyelidikan polisi,” ujar Irland.

Selanjutnya Irland menuturkan, mendiang Taryana bekerja di bagian logistik PT DI.
Berdasarkan catatan kepegawaian, Irland menambahkan, Taryana sudah bekerja di PD DI
(dahulu IPTN) sejak 1987.

Kasubaghumas Polrestabes Bandung Kompol Reny Marthaliana mengatakan tidak ditemukan
tanda-tanda kekerasan pada tubuh Taryana.

“Sewaktu mayat Taryana diturunkan Tim Inafis Polrestabes Bandung, keadaan lidah
menjulur dan kemaluan keluar cairan,” ucap Reny di Mapolrestabes Bandung.

Dia menjelaskan, karyawan PT DI tersebut gantung diri menggunakan tambang kuning
dengan simpul hidup. Polisi sudah meminta keterangan saksi, Budi Surya (24), karyawan
PT DI yang pertama mengetahui Taryana tak bernyawa. Saksi awalnya hendak ke toilet di
lantai empat bangunan hanggar Fixs Wings.

Sampai saat ini, polisi belum bisa menyimpulkan apakah Taryana depresi serta frustasi
sehingga bunuh diri. Namun berdasarkan keterangan pihak keluarga, sambung Reny,
Taryana menderita penyakit asam urat, diabetes dan darang tinggi.

“Intinya tidak ada tanda-tanda bekas penganiayaan. Kami juga masih menyelidiki dan
menggali informasi dari pihak keluarga. Setelah tadi olah TKP, jenazah dibawa ke RS
Hasan Sadikin,” kata Reny.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *