Boorlix.com – Polres Blitar kembali menemukan bukti baru terkait kasus pembunuhan Fitriatul Jannah (19), siswi SMK Kesamben Kab Blitar yang ditemukan di pinggir Kali Abab Karangrejo, Garum, Rabu (29/3/2017).

Korban bukan dibunuh kekasihnya, Fajar Irfantoro (21), melainkan dibunuh pelajar berusia 17 tahun. Pelaku berinisial IM itu membunuh korban menggunakan cutter dan membuangnya ke sungai. Polisi pun sudah meringkus pelaku sebenarnya.

“Fajar Irfantoro (21) yang telah ditetapkan tersangka ditangguhkan penahanannya oleh Kepolisian Resort Blitar,” kata Kapolres Blitar AKBP Slamet Waloya, Selasa (18/4/2017).

Penangguhan ini setelah dilakukan penyidikan secara mendalam, didapat kesimpulan jika pengakuan warga Desa Tepas, Kecamatan Kesamben, Blitar ini tidak benar dan merupakan keterangan palsu.

“Sebelumnya Fajar menyatakan kepada penyidik bahwa dia merupakan pelaku pembunuhan terhadap Fitriatul Jannah,” tambah kapolres.

Untuk mendukung kesimpulan Fajar, penyidik memeriksanya ke psikiater. “Hasilnya diperoleh kesimpulan bahwa terdapat suatu keadaan psikologis pada diri Fajar, sehingga pernyataan yang diberikan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tambahnya.

Namun kini penahanan Fajar ditangguhkan dan dikenakan wajib lapor. “Berdasarkan pemeriksaan oleh psikiater, dia mengakui membunuh korban karena takut bila tes DNA terkait dengan janin yang dikandung korban adalah hasil hubungannya dengan korban,” paparnya.

Atas penemuan itu, polisi terus mengembangkan kasusnya hingga akhirnya menangkap pelaku pembunuhan berinisial IM (17). IM masih berstatus pelajar warga Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, Rabu (12/4) di rumahnya.

Dari penangkapan IM, polisi menyita barang bukti berupa barang-barang milik korban. Kepada penyidik, IM mengakui telah membunuh korban di Kali Abab.

“IM mengaku nekat membunuh korban lantaran kesal didesak korban untuk bertanggung jawab karena korban dalam kondisi hamil 6 bulan. Pagi hari sebelum kejadian, IM menjemput korban berjalan-jalan dan siang harinya dia membunuh korban serta membawa barang-barang milik korban,” jelasnya.

Kini IM telah ditahan untuk penyidikan lebih lanjut. Sedangakan Fajar dikenakan wajib lapor karena polisi belum mendapatkan bukti keterkaitannya dengan kematian Fitriatul Jannah (19), warga Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *