Boorlix.com – Rencananya kelompok musik dengan genre metal progresif tersebut kabarnya akan menggelar konser di Indonesia. Konser yang akan diadakan oleh Dream Theater tersebut akan digelar di pelataran Candi Prambanan. Namun ada kendala dalan rencana menyiapkan konser tersebut.

Persatuan Arkeolog Indonesia tidak setuju dengan adanya konser tersebut, alasannya yakni ditakutkan konser tersebut akan merusak bangunan candi yang sudah berdiri sejak abad ke-9 tersebut.

Rencananya Dream Theater akan menggelar konsernya pada tanggal 29 dan 30 September besok. Padahal pada dasarnya, bangunan Candi Pranmbanan tersebut merupakan warisan sejarah yang bukan saja dilindungi Indonesia, namun juga dunia, merupakan situs warisan dunia UNESCO.

Arkeolog Indonesia ini tergabng dalam Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI). Protes ditandatangani oleh Ketua IAAI Wiwin Djuwita Sudjana Ramelan. Doktor arkeologi dari Universitas Indonesia (UI) ini meneken protes pada 26 September 2017.

“Menyampaikan protes keras atas penyelenggaraan Jogjarockarta International Rock Music Festival 2017 di halaman keda Kompleks Candi Prambanan,” tulis IAAI, Kamis (28/9/2017).

Alasan protes yang terjadi yakni candi merupakan bangunan bersejarah. Selain itu, Candi Prambanan juga merupakan slah satu tempat beribadah umat beragama. Yang paling ditakutkan yakni suara getaran dari konser tersebut akan mengubah struktur bebatuan yang menyusun candi tua ini. Pada bulan Agustus yang lalu, di lokasi ini juga sudah pernah diadakan konser Jazz. Konser itu telah melewati ambang batas kebisingan yakni 60 desibel (dB).

Berikut adalah pernyataan sikap IAAI, dari Wiwin Djuwita Sudjana Ramelan, Kamis (28/9/2017), selengkapnya:

PERNYATAAN SIKAP IKATAN AHLI ARKEOLOGI INDONESIA (IAAI)

PERTIMBANGAN-PERTIMBANGAN

1. Pada tanggal 29-30 September 2017 di halaman kedua Candi Prambanan, Sleman, Daerah Khusus Yogyakarta akan diselenggarakan Jogjarockarta International Rock Music Festival 2017.
2. Kompleks Candi Prambanan oleh UNESCO dalam World Heritage Committee 15th Session of the Committe (CONF 002), Carthage 9-13 December 1991 pada tanggal 12 Desember 1991 melalui keputusan nomor No SC-91 CONF 002/15 ditetapkan sebagai World Cultural Heritage.
3. Kompleks Candi Prambanan merupakan situs agama yang memiliki nilai sakral bagi umat Hindu dan halaman dua di mana tempat diadakan pagelaran termasuk wilayah suci karena masih masuk lingkup pagar candi. Secara etika seharusnya pihak penyelenggara memperhatikan nilai kescian yang dapat menyinggung perasaan beragama umat beragama.

4. Berdasarkan hasil kajian Tim Balai Konservasi Borobudur atas Konser Prambanan Jazz 20-21 Agustus 2017 dapat disimpulkan bahwa tingkat kebisingan sudah melebihi ambang batas yang sudah ditentukan karena di atas 60dB. Tingkat getaran 0,04 mm/detik, sementara ambang batas untuk getaran bangunan kuno/bersejarah sebesar 2 mm/detik yang dapat menghasilkan efek merusak pada struktur ikatan batu-batu candi.

Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut, Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia:

1. Menyampaikan protes keras atas penyelenggaraan Jogjarockarta International Rock Music Festival 2017 di halaman keda Kompleks Candi Prambanan.
2. Mendesak agar instansi pemerintah dan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko sebagai pengelola halaman dua Candi Prambanan membatalkan izin penyelenggaraan kegiatan yang telah dikeluarkan.
3. Menyarankan agar Rajawali Indonesia Communication sebagai pihak penyelenggara memindahkan tempat pagelaran konser rock ke tempat lain yang tidak mengganggu warisan budaya dunia serta memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya Pasal 86 bahwa “Pemanfaatan yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan wajib didahului dengan kajian, penelitian, dan/atau analisis mengenai dampak lingkungan” dan ketentuan pidananya.
4. Mengimbau kepada masyarakat agar bersama-sama menghormati situs-situs keagamaan milik masyarakat Indonesia meskipun dalam Undang-Undang No 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya diperbolehkan untuk pemanfaatan lain, yaitu untuk kepentingan agama, sosial, budaya, pendidikan, pariwisata.

Jakarta, 26 September 2017
Ketua Umum,

W Djuwita S Ramelan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *