Boorlix.com – Beberapa wilayah yang berada di Bantul, Yogjakarta saat ini sedang mengalami bencana banjir yang begitu dasyatnya selama dua hari terakhir ini. Namun saat ini air yang menggenang sudah mulai surut.

Akibat banjir yang terjadi dalam dua hari tersebut meninggalkan kerusakan yang begitu parah di daerah Bantul. Sejumlah kerusakan yang telah terjadi diantaranya yakni jembatan penghubung di atas kali Opak putus.

Jembatan tersebut diterjang banjir yang begitu deras dan hanyut terbawa oleh arus. Akibatnya para warga harus memutar arah lantaran tidak ada jembatan lagi. Salah satunya jembatan yang menghubungkan antar kecamatan di Dusun Kiringan, Desa Canden yang menghubungkan dengan Pelemadu. Jembatan tersebut merupakan jembatan yang penting bagi warga. Jembatan ini ambrol pada Selasa (28/11) lalu.

“Pas Selasa sore, air sungai besar, terus ada angin juga. Terus ambrol. Sekarang harus memutar jauh,” kata salah seorang warga, Jumiyem (60), Kamis (30/11/2017).

Selain jembatan tersebut, jembatan yang tidak luput dari terjangan banjir yakni Jembatan Nangsri Pundong yang menghubungkan dengan daerah Nambangan Seloharjo juga hanyut terbawa banjir. Meski sebelumnya jembatan tersebut sudah rusak, tetapi biasanya masih banyak warga yang melaluinya.

“Di sini memang sudah lama rusak dan tidak diperbaiki-perbaiki. Tapi itu masih bisa dilewati oleh warga meski nekat. Lha sekarang sudah nggak bisa sama sekali wong sudah nggak ada jembatannya,” kata warga, Ponidi (35).

Jembatan lain yang juga hanyut adalah jembatan gantung Soka, Seloharjo, Pundong. Jembatan tersebut ambrol saat banjir hari pertama Selasa lalu. Menurut warga, jembatan kemungkinan ambrol karena tertabrak kayu-kayu atau material yang hanyut terbawa air.

“Itu pas sore, air gede banget, banyak kayu-kayu besar nabrak jembatan ini. Terus ambrol ini,” ungkap warga Sutini (30) di jembatan Gantung Soka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *