Boorlix.com – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menghimbau kepada para pengusaha mal untuk tidak memaksa para karyawannya mengenakan atribut Natal. Menurut Tito, jika pemaksaan tersebut diiringi dengan ancaman maka dapat terkena pidana.

“Oleh karena itu kepada asosiasi pengusaha mal dan lain-lain, ya jangan juga memaksa. Memaksa mengancam misalnya untuk memecat harus gini gini itu juga bisa dipidana,” ungkap Tito di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Kamis (21/12/2017).

Tidak hanya itu, Tito Karnavian juga mengungkapkan hal tersebut juga dilakukan untuk pencegahan terjadinya tindakan sweeping oleh beberapa ormas. Menurutnya, ketika pihaknya selalu melakukan pendekatan dengan pengusaha serta ormas untuk mencegah tindakan sweeping ketika Natal dan Tahun Baru 2018.

“Dialog sudah dilakukan supaya mereka tidak melakukan sweeping. Oleh karena itu, kita minta kepada teman-teman saudara kita ormas yang mungkin kadang kadang dianggap sering melakukan sweeping menahan diri,” katanya.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian melarang seluruh organisasi kemasyarakatan me-sweeping pada Natal dan Tahun Baru 2018. Kepolisian tidak akan memberi toleransi bagi organisasi masyarakat yang melakukan sweeping. Jika ditemui terdapat ormas yang sweeping maka akan dilakukan tindakan hukum.

“Tidak boleh ada sweeping, kalau ada ditindak,” ungkap Tito.

Tetapi, Tito mengatakan akan melibatkan masyarakat serta ormas untuk meningkatkan pengamanan di tempat beribadah ketika Natal nanti. Selain itu, Polri juga akan melibatkan TNI supaya berjaga di hari Natal.

“Saya perintahkan Kapolda dan TNI dilibatkan bersama unsur masyarakat mengamankan gereja,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *