Boorlix.com – Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangkan seorang saksi bernama Deni Wibowo pada sidang lanjutan perkara korupsi e-KTP dari terdakwa Setya Novanto di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat.

Pengusaha money changer PT Raja Valuta ini sempat menunjukkan ketegangan ketika menduduki kursi saksi. Hakim Ketua Yanto juga sempat menganjurkan supaya Deni lebih tenang.

“Saksi hanya harus menjawab pertanyaan sesuai yang diajukan,” kata Hakim Yanto, Kamis (18/1/2018).

Mendengar ucapan tersebut, Deni justru mengatakan bahwa dirinya baru sembuh dari sebuah penyakit.

“Ya sudah. Saksi hanya harus menjawab pertanyaan sesuai dengan yang diajukan. Jangan bertele-tele,” tegas hakim Yanto.

Selanjutnya, majelis hakim menanyai mengenai transaksi keuangan dengan skema barter. Deni mengungkapkan transaksi keuangan dengan skema barter memiliki runtutan yang panjang dan rumit bila dijelaskan.

Deni juga mengatakan dirinya sempat diminta melakukan transfer uang keĀ  rekening OEM Investment Pte Ltd. Tetapi, Deni mengatakan tidak mengingat orang yang ditransfernya saat itu.

“Siapa nasabah Anda yang minta beli valas sehingga minta bantuan Neni?” hakim bertanya.

“Di situ, di rekening ada,” Deni menjawab.

Pada persidangan sebelumnya, pegawai PT Mekarindo Abadi, Neni mengatakan sempat mentransfer USD 1,4 juta ke rekening OEM Investment Pte Ltd atas intruksi dari Deni. Tetapi, hakim tidak memaparkan mengenai sidang korupsi e-KTP sebelumnya pada Deni.

“Lupa saya, Pak. Nggak tahu. Mungkin ada money changer lain, kali yang beli kayak ular, Pak, panjang,” ungkap Deni.

“Masa nggak ada yang inget sih?” hakim bertanya lagi.

“Sumpah nggak tahu, Pak,” tutur Deni.

“Sudah disumpah tadi. Hati-hati jangan banyak sumpah, nanti kemakan sumpah,” hakim menegaskan.

Pada dakwaan terhadap Setya Novanto, jaksa terhadap KPK menyebut Setya Novanto memperoleh jumlah uang sebanyak USD 7,3 juta atas korupsi e-KTP.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *