Boorlix.com – Tim satuan tugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjumpai beberapa data transfer abtar-rekening bank ketika tengah menjalankan operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Hulu Sungai Tengah, Abdul Latif. Penyidik memprediksi Abdul Latif memakai rekening bank itu untuk melakukan transaksi penyuapan.

“Sejauh ini juga diamankan sejumlah catatan perbankan yang diduga digunakan sebagai sarana transaksi,”  ungkap  Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jumat (5/1/2018).

Tidak hanya itu, ketika menjalankan tangkap tangan KPK juga mengamankan uang hingga ratusan juta rupiah. Menurut Febri, uang yang diamankan tersebut terdiri dari mata uang rupiah sampai dolar.

“Sejauh ini tim juga masih lakukan penghitungan sejumlah uang yang diamankan di lokasi. Ada dalam bentuk rupiah dan USD,” ungkap Febri.

Pada awal tahun ini, KPK juga menjalankan operasi tangkap tangan (OTT) lagi kepada kepala daerah. Sekarang inigiliran Bupati Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Abdul Latif yang tertangkap pada OTT dengan lima orang lainnya.

Mereka diprediksi melakukan penyuapan hingga lebih dari Rp 1 miliar mengenai proyek pembangunan rumah sakit di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan.

“Dari informasi yang sudah kita dapatkan di lapangan, diduga terjadi transaksi penerimaan hadiah atau janji atau penerimaan uang,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis 4 Januari 2018.

“Dari bukti awal yang sudah didapatkan, penerimaan uang tersebut lebih dari Rp 1 miliar dan diduga terkait salah satu proyek pembangunan rumah sakit di daerah tersebut,”  katanya.

Tidak hanya menjaring enam orang, KPK juga mengamankan uang ratusan juta rupiah pada kasus tersebut. “Selain itu, kami juga mengamankan uang secara fisik ratusan juta dari lokasi di daerah Kalimantan Selatan,” katanya.

Operasi tangkap tangan (OTT) pertama pada tahun 2018 ini dilaksanakan di dua daerah yakni Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, dan Surabaya, Jawa Timur. KPK menjaring lima orang di Kalimantan Selatan, termasuk Bupati Hulu Sungai Tengah, Abdul Latif dan dengan uang ratusan juta rupiah. Kemudian meringkus seorang dari pihak swasta di daerah Surabaya, Jawa Timur.

“Kegiatan OTT dilakukan menjelang siang hari ini. Jadi setelah tangkap tangan itu dilakukan menjelang siang hari ini di Kalsel kemudian dilanjutkan proses pemeriksaan lebih lanjut dengan Mako Brimob setempat,” ungkap Febri.

“Yang di Surabaya pihak swasta yang kita amankan dan kita lakukan pemeriksaan awal dan akan kita bawa ke sini,” imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *