Boorlix.com – Jaksa Agung HM Prasetyo menjelaskan bahwa setiap pengajuan praperadilan harus memiliki objek yang jelas dan tidak melakukan pelanggaran Pasal 77 KUHAP. Objek tersebut diantaranya penghentian penyidikan, penetapan tersangka, penetapan penahanan, penangkapan, penyitaan atau penggeledahan.

“Sekarang tuntutannya apa? Polisi mugkin tidak menghentikan penyidikan, mungkin masih perlu cukup bukti-bukti, kita tidak membela sana-sini ya, tapi yang pasti untuk menuntut praperadilan, harus jelas,” ungkap Prasetyo di Jakarta, Jumat 12 Januari 2018.

Prasetyo mengungkapkan bila terdapat saksi mengajukan permohonan praperadilan sebuah kasus, sedangkan belum diketahui tersangkanya maka harus ada kejelasan objek praperadilan.

“Ya silakan saja, tapi diterima atau tidak kan hakim yang memutuskan. Objeknya jelas apa tidak, kalau tidak ada objeknya apa yang mau dituntut,” ungkap Prasetyo.

Sebelumnya, Advokat Utama Divisi Hukum Polri Kombes Pol Veris Septiansyah menganggap bahwa gugatan praperadilan yang dilakukan oleh  Gunawan Jusuf dan M Fauzi Thoha sebagai pemohon kepada Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri sebagai termohon itu tidak tepat dan aneh.

“Menurut asumsi kita ya boleh-boleh saja. Kita kembali pada hukum acaranya Pasal 77 KUHAP tentang objek perkara praperadilan,” ungkap Veris¬† Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu 10 Januari 2018.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *