Boorlix.com – Pembacaan tuntutan kasus ujaran kebencian oleh terdakwa Asma Dewi ditunda terlebih dahulu lantaran jaksa mengaku belum siap. Apapun yang dituntutkan oleh jaka nantinya, Asma Dewi mengharapkan memperoleh vonis bebas.

“Mudah-mudahan hakim tahu bahwa saya berjuang untuk negara. Kebetulan saat saya posting tahun 2016 tidak ada tragedi apa-apa jadi tidak berpengaruh apa-apa,” ungkap Asma Dewi setelah  sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Selasa (30/1/2018).

Dirinya merasa difitnah mengenai masalah tersebut. Dia juga mengharapkan majelis hakim bisa memutuskan putusan bebas, apapun yang dituntutkan oleh jaksa.

“Saya justru di-bully dan difitnah sebagai Saracen dan mentransfer dana. Jadi mudah-mudahan hakim peduli dan membaca bahwa ini merupakan aksi bela diri saya. Mudah-mudahan hakim memutuskan bebas,” ungkap Asma Dewi.

Asma Dewi selanjutnya mengucapkan salah satu postingannya mengenai impor jeroan merupakan kritikan dari seorang ibu rumah tangga. Dia mengatakan hal tersebut bukan merupakan ujaran kebencian.

“Merupakan aksi bela negara, ini ungkapan kritis seorang ibu rumah tangga yang kecewa makan jeroan. Bukannya benci kebijakan karena kan jeroan itu obatnya mahal daripada jeroannya sendiri, saya kena asam urat di penjara tahu sendiri kan makanannya,” katanya.

Asma Dewi didakwakan melanggar pasal 28 ayat 2 ITE juncto pasal 45 ayat 2 UU ITE. Kemudian dia dikenakan pasal 6 jo pasal 4 huruf n angka 1 UU tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis, pasal 156 KUHP, pasal 207 KUHP.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *